Aktual Terkini.com- PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menindaklanjuti aspirasi dari kelompok masyarakat yang menggelar aksi penyampaian pendapat di depan Markas Polda Riau pada Kamis (2/7/2026). Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, memastikan bahwa penegakan hukum atas insiden penyerangan pekerja PT SBP serta temuan dokumen palsu terus berjalan secara transparan.
Sebelumnya, massa aksi menuntut aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas pelaku kekerasan yang menyerang sejumlah karyawan. Peristiwa yang mengancam keselamatan pekerja tersebut mengakibatkan korban mengalami luka fisik serius, termasuk luka bacok dan luka tembak.
Sebagai langkah cepat untuk memulihkan rasa aman serta ketertiban di lingkungan masyarakat, pihak kepolisian segera memburu dan mengamankan para pelaku kekerasan tersebut.
“Terkait dengan masalah penyerangan, sudah tiga orang yang ditangkap. Masih ada dua orang lagi yang berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang), dan saat ini masih dalam proses pengejaran kami,” jelas Hasyim Risahondua.
Kasus Dokumen Palsu Naik ke Tahap Penyidikan
Selain mendesak penyelesaian kasus kekerasan fisik, elemen masyarakat juga meminta kepolisian untuk segera menetapkan tersangka dalam perkara dugaan penerbitan dokumen palsu yang telah merugikan banyak pihak.
Saat ini, penanganan perkara dokumen bermasalah tersebut telah menunjukkan progres yang signifikan. Pihak berwajib terus mengumpulkan dan memperkuat alat bukti guna menjerat oknum yang bertanggung jawab atas pelanggaran hukum tersebut.
“Proses hukum untuk dokumen yang dipalsukan sudah naik ke tahap penyidikan. Selanjutnya, kami akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan para tersangka,” urainya.
Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih merampungkan proses penyidikan dan belum membeberkan identitas rinci para terlapor kepada publik demi menjaga kelancaran proses penyelidikan. Meski demikian, kepolisian memastikan bahwa pihak yang terlibat dalam pemalsuan dokumen tersebut berjumlah lebih dari satu orang.
“Nanti akan kami sampaikan. Pelakunya ada beberapa orang, lebih dari satu orang. Informasi detailnya akan kami sampaikan pada tahap penyidikan selanjutnya,” tutup Hasyim.























