Ahtual Terkini.com- PEKANBARU – Euforia atas pencapaian rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam Festival Ketan Talam Durian sepanjang 1,1 kilometer yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pada Ahad (21/6/2026) mulai beralih menjadi bahan evaluasi publik. Di balik kesuksesan seremonial tersebut, muncul berbagai keluhan dari masyarakat terkait teknis pelaksanaan dan pengamanan di lapangan.
Persoalan ini menjadi sorotan penting menyusul rencana Pemko Pekanbaru yang akan kembali menggelar kegiatan massal serupa, yakni Festival Pisang Goreng Kipas Terbesar di Dunia pada Agustus mendatang. Sejumlah kalangan mengingatkan agar pemerintah daerah tidak sekadar mengejar pemecahan rekor, melainkan memprioritaskan perbaikan tata kelola pengamanan dan manajemen massa.
Tingginya animo masyarakat yang mencapai lebih dari 80.000 pengunjung—jauh melampaui estimasi awal panitia yang hanya memproyeksikan 5.000 hingga 10.000 orang—menjadi pemicu utama terjadinya desak-desakan dan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan utama. Atas ketidaknyamanan tersebut, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara terbuka telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Kelemahan Pengendalian Massa Menjadi Tanggung Jawab Penyelenggara
Praktisi Hukum dari MS Law Firm, Mirwansyah, menilai bahwa insiden tertibnya massa yang terganggu hingga terjadinya aksi pengambilan kue sebelum acara resmi dimulai tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat. Menurutnya, kegagalan tersebut mengindikasikan adanya kelemahan mendasar dalam sistem pengamanan yang dirancang oleh penyelenggara.
“Dalam kegiatan yang melibatkan ribuan orang dan bahkan diklaim menargetkan rekor dunia, penyelenggara memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan sistem pengamanan, pengaturan massa, serta mekanisme pelaksanaan acara berjalan secara profesional,” tegas Mirwansyah, Senin (22/6/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan suatu acara publik berskala besar harus diukur dari kemampuan menjaga ketertiban dan marwah acara hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, bukan hanya dari besarnya publikasi yang diraih.
Pentingnya Manajemen Risiko pada Acara Berbasis Kuliner Gratis
Senada dengan hal tersebut, Akademisi dan Praktisi Budaya, Deni Afriadi, mengapresiasi esensi festival dalam mempromosikan identitas kuliner Melayu Pekanbaru. Namun, ia menekankan bahwa setiap kegiatan yang mengusung tema pembagian makanan gratis wajib memasukkan karakteristik psikologi massa ke dalam analisis manajemen risiko.
“Membuat event dengan tema makanan harus matang secara konsep dan manajemen. Kita tidak bisa memungkiri budaya masyarakat kita masih memiliki antusiasme tinggi mendengar namanya makanan gratis. Itu harus menjadi bagian dari perhitungan penyelenggara sejak awal,” urai Deni.
Menurut Deni, lonjakan pengunjung seharusnya sudah dapat diantisipasi mengingat promosi dilakukan secara masif melalui berbagai platform digital. Strategi pemasaran yang berhasil membangun ekspektasi tinggi di masyarakat sudah sepatutnya diimbangi dengan kesiapan logistik dan personel pengamanan yang memadai di lapangan.
Momemtum Evaluasi Total Tata Kelola Acara Publik
Dalam perspektif manajemen pengalaman pengunjung (visitor experience management), kepuasan dan kenyamanan masyarakat merupakan indikator utama keberhasilan sebuah festival rakyat. Keberhasilan mencetak rekor dunia dinilai menjadi kurang bermakna apabila masyarakat pulang membawa pengalaman negatif akibat buruknya akses informasi, distribusi yang tidak merata, serta minimnya mitigasi keamanan.
Oleh karena itu, rencana penyelenggaraan Festival Pisang Goreng Kipas pada Agustus mendatang harus dijadikan momentum krusial bagi Pemko Pekanbaru untuk mematangkan sistem tata kelola acara.
Evaluasi yang komprehensif tidak boleh hanya berfokus pada kuantitas sajian, melainkan pada penguatan manajemen kerumunan (crowd management), kejelasan sistem distribusi, penambahan personel pengamanan, penyediaan jalur evakuasi yang aman, serta penyusunan skenario alternatif (plan B) guna mengantisipasi terjadinya lonjakan massa di luar prediksi.























