Kebakaran Hebat Melanda Asrama Santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu
KUNTU, KAMPAR KIRI — Kebakaran hebat melanda salah satu asrama santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Senin malam (10/8/2026), sekitar pukul 20.30 WIB.
Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan asrama yang selama ini menjadi tempat tinggal sekaligus menyimpan banyak kenangan bagi para santri dan alumni Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, kebakaran diduga akibat gangguan atau korsleting listrik. Api kemudian dengan cepat menjalar hingga membakar bagian bangunan asrama. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
Saat kejadian, para santri segera dievakuasi ke tempat yang aman. Sejumlah barang milik santri yang masih memungkinkan untuk diselamatkan juga berhasil dikeluarkan dari lokasi.
Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh santri berhasil dievakuasi dengan selamat.
Sejumlah orang tua dan wali santri yang berada di lokasi turut membantu proses evakuasi serta berupaya memadamkan api. Suasana sempat dipenuhi kepanikan, mengingat kobaran api cukup besar dan berpotensi merambat ke bangunan di sekitar asrama.
Salah seorang tokoh pemuda dan masyarakat, Rinal, menerangkan bahwa upaya pemadaman turut dilakukan oleh petugas dari PT KPR dan RAPP. Selain itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kampar juga datang ke lokasi untuk membantu proses pemadaman dan penanganan akhir.
Berkat kerja sama petugas pemadam, masyarakat, orang tua santri, serta pihak terkait, api akhirnya berhasil dijinakkan setelah kurang lebih satu jam dilakukan upaya pemadaman.
Petugas kemudian melakukan proses pendinginan dan memastikan tidak terdapat lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Peristiwa tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, khususnya para santri dan alumni. Asrama yang terbakar bukan hanya menjadi tempat tinggal para santri, tetapi juga menyimpan banyak kenangan selama mereka menuntut ilmu dan menjalani kehidupan di pesantren.
Salah seorang santri berharap musibah tersebut dapat menjadi pelajaran dan membawa hikmah bagi seluruh keluarga besar pesantren.
«“Semoga dari kejadian ini ada hikmah yang dapat kita ambil. Semoga seluruh santri tetap diberikan keselamatan dan kekuatan, serta keluarga besar pesantren diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya.»
Hingga berita ini ditulis, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, jumlah kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi kelistrikan, khususnya di lingkungan asrama dan fasilitas pendidikan yang dihuni oleh banyak santri.























