Menu

Mode Gelap
 

Advertorial

Air Mata Norma Menuntut Kepastian Hukum, Jeritan Korban Dugaan Mafia Tanah Kepulauan Meranti

badge-check


					Air Mata Norma Menuntut Kepastian Hukum, Jeritan Korban Dugaan Mafia Tanah Kepulauan Meranti Perbesar

Suara tangis Norma (50) pecah di tengah riuh kedai kopi di Jalan Sumatera, Pekanbaru, Selasa (20/1/2026). Air mata itu bukan sekadar luapan emosi, melainkan jeritan panjang seorang istri yang merasa keadilan telah dirampas dari keluarganya.

Dengan mata sembab dan suara bergetar, Norma menceritakan nasib suaminya, Eramzi (58), yang diduga menjadi korban praktik mafia tanah hingga harus merasakan dinginnya jeruji besi Polres Kepulauan Meranti. Di sampingnya, Eramzi hanya terdiam, menunduk, seolah memendam luka yang terlalu dalam untuk diucapkan.

 

 

Kilatan kamera wartawan mengabadikan momen pilu itu. Pasangan suami istri asal Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut datang ke Pekanbaru dengan menempuh perjalanan laut selama 12 jam menggunakan KM Jelatik. Tujuan mereka satu, mencari keadilan yang terasa kian menjauh.

Didampingi kuasa hukum mereka, Herman, Norma menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk sensasi, melainkan upaya terakhir agar suara orang kecil didengar.

 

 

Viral Cegat Kapolda Riau

Nama Norma sempat menjadi perbincangan publik pada November 2025 lalu. Ia nekat mencegat Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, saat kunjungan kerja di SMA 3 Selatpanjang dalam kegiatan penanaman pohon, 18 November 2025.

Saat itu, Norma datang seorang diri. Suaminya tengah sakit dan tak mampu berjalan jauh. Dengan tangan gemetar, ia menyodorkan selembar surat laporan polisi yang dilayangkannya terhadap Her alias Aguan, sosok yang dituding sebagai mafia tanah.

“Tolong pak, suami saya jadi korban mafia tanah,” ucap Norma singkat, tepat ketika Kapolda Riau hendak masuk ke mobil.Surat itu diterima langsung oleh Kapolda. Meski pertemuan hanya berlangsung sekejap, Norma mengaku sangat bersyukur. “Pak Kapolda bilang ‘ya buk’, lalu surat itu dibawa beliau. Waktu itu saya sangat gugup,” kenangnya.

Namun, dua bulan berlalu sejak peristiwa viral tersebut, harapan Norma belum juga berbuah. Laporan yang dibuat suaminya tak menunjukkan perkembangan berarti. Ironisnya, Her alias Aguan justru melayangkan laporan tandingan, membuat Eramzi kembali terseret dalam pusaran hukum.

“Kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai suami saya terus dikriminalisasi,” ujar Norma, menahan isak.

Duduk Perkara Dugaan Pemalsuan

Kuasa hukum Eramzi, Herman, memaparkan kasus ini bermula pada 4 Februari 2025. Saat itu, Eramzi melaporkan Her alias Aguan ke Polda Riau atas dugaan pemalsuan tanda tangan dalam surat tanah atau SKGR Nomor 07/PPAT/2000 tertanggal 29 Februari 2000.SKGR tersebut kemudian digunakan sebagai alat bukti di Pengadilan Negeri Bengkalis pada tahun 2022.

Peristiwa bermula jauh sebelumnya. Pada 7 Juli 2019, Eramzi menyuruh buruh menebang batang sagu di kebun miliknya. Saat panen berlangsung, Her alias Aguan datang dan menghentikan aktivitas tersebut.

“Terlapor mengatakan tanah itu miliknya dan menyuruh pekerja berhenti,” jelas Herman.

Tak lama berselang, pada 28 Agustus 2019, Her alias Aguan melaporkan Eramzi ke Polres Kepulauan Meranti dengan tuduhan pemalsuan surat dan percobaan pencurian batang sagu. Laporan itu berujung pada penetapan Eramzi sebagai tersangka, penahanan, hingga vonis 1 tahun 6 bulan penjara pada 2022.

“Klien kami tidak bisa membaca dan menulis. Sangat tidak masuk akal jika dituduh memalsukan tanda tangan,” tegas Herman.

Ia menyebut, surat tanah tersebut dibuat oleh seseorang berinisial S yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

SKGR yang Mengagetkan

Kejanggalan terungkap saat Eramzi diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Riau. Penyidik menunjukkan SKGR Nomor Reg Camat 07/PPAT/2000 yang mencantumkan Eramzi sebagai penjual dan Her alias Aguan sebagai pembeli.

“Klien kami sangat terkejut. Ia mengaku tidak pernah menjual kebun sagu itu. Tapi di SKGR ada tanda tangannya. Itu jelas dugaan pemalsuan,” ujar Herman.

Upaya mediasi sempat dilakukan sebanyak tiga kali, namun gagal. Her alias Aguan hanya menawarkan ganti rugi dengan nilai yang dinilai tidak wajar. Proses hukum pun terus berlanjut hingga Eramzi divonis dan menjalani hukuman.

Kejanggalan Penegakan Hukum

Herman menilai terdapat kejanggalan serius dalam perkara ini. Dalam persidangan, tidak pernah terbukti adanya transaksi jual beli tanah antara Eramzi dan Her alias Aguan. Namun, SKGR tersebut tetap digunakan sebagai dasar kepemilikan.

“Jika SKGR itu palsu dan digunakan sebagai alat bukti, seharusnya terlapor diproses dengan Pasal 263 ayat (2) KUHP,” tegasnya.

Menurut Herman, penggunaan surat yang diduga palsu dalam proses penyidikan dan persidangan merupakan unsur pidana yang nyata.

“Inilah yang membuat kami bertanya-tanya, ada apa sebenarnya di balik kasus ini?” ujarnya.

Menanti Harapan di Polda Riau

Herman berharap Kapolda Riau memberikan atensi serius terhadap laporan kliennya. Ia menyebutkan bahwa gelar perkara telah dilakukan pada 5 Agustus 2025, namun hingga kini hasilnya belum diketahui.

“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Semua warga negara sama di hadapan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Norma hanya memeluk harapan sederhana. “Kami orang kecil. Saya cuma ingin suami saya tidak lagi jadi korban,” ucapnya lirih.

Di tengah hiruk pikuk Kota Pekanbaru, tangis seorang ibu rumah tangga penjual daun pisang kembali menggema mengingatkan bahwa di balik lembaran hukum, ada manusia yang menggantungkan hidup pada keadilan. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kebakaran Hebat Melanda Asrama Santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu

12 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Walkout dari Rapat Banggar DPRD Kota Pekanbaru Akibat Dokumen LHP BPK Belum Diserahkan

1 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Anggota DPR RI Hendry Munief Dorong Kemandirian Santripreneur di Ponpes Hidayatullah Pekanbaru

1 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Pemkot dan DPRD Pekanbaru Sahkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025

1 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Kecelakaan Tunggal di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Minibus Tabrak Pohon dan Tiga Orang Luka-Luka

1 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Trending di Berita
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam