Menu ✖

Mode Gelap
 

Daerah

33 Saksi Diperiksa Polisi, Kasus Gajah Tanpa Kepala di Ukui Masih Misterius

badge-check


					33 Saksi Diperiksa Polisi, Kasus Gajah Tanpa Kepala di Ukui Masih Misterius Perbesar

Misteri kematian tragis seekor gajah sumatera yang ditemukan tanpa kepala dan gading di area konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, hingga kini belum terpecahkan. Meskipun proses penyelidikan terus dikebut, aparat kepolisian masih menemui jalan buntu dalam mengidentifikasi pelaku pembantaian satwa dilindungi tersebut.

Hingga Selasa (10/2/2026), tim penyidik telah memintai keterangan dari 33 orang saksi. Pemeriksaan dilakukan secara intensif di beberapa titik, termasuk di Mapolres Pelalawan, Polsek Ukui, hingga Polsek Pangkalan Kuras. Namun, keterangan dari puluhan saksi tersebut belum memberikan titik terang yang berarti bagi petugas.

 

 

“Sampai saat ini sudah 33 saksi yang kami periksa. Namun dari hasil sementara, mayoritas saksi mengaku tidak melihat adanya aktivitas mencurigakan atau orang yang membawa senjata api di sekitar lokasi kejadian,” jelas Kapolres Pelalawan, John Louis Letedara.

Minimnya kesaksian mengenai pergerakan orang asing di area konsesi PT RAPP menjadi tantangan tersendiri. John menekankan bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri. Kolaborasi lintas instansi dilakukan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Kehutanan, serta pihak manajemen perusahaan guna memetakan akses keluar-masuk yang mungkin digunakan pelaku.

 

 

“Kami akan bekerja keras untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya. Selain pemeriksaan saksi, penyisiran jalur-jalur tikus di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) juga terus dilakukan,” tambahnya.

Kasus ini sebelumnya memicu reaksi keras dari pimpinan kepolisian daerah. Kapolda Riau, Herry Heryawan, menyatakan kemarahan mendalam atas tindakan keji yang menimpa satwa endemik tersebut. Saat meninjau lokasi di Camp PT RAPP, Sabtu (6/2/2026), ia menegaskan bahwa pembunuhan gajah untuk diambil gadingnya adalah kejahatan luar biasa yang melanggar Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

“Kita sedih, geram, dan marah. Perbuatan ini dilakukan dengan sengaja dan kuat dugaan motif utamanya adalah untuk mengambil gadingnya. Ini adalah kejahatan luar biasa terhadap satwa yang dilindungi,” tegas Herry.

Pihak kepolisian kini mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait perdagangan gading atau perburuan liar di wilayah Pelalawan. Warga diminta segera melapor melalui call center 110 atau langsung mendatangi kantor polisi terdekat guna membantu mengakhiri praktik perburuan satwa liar yang merusak ekosistem hutan Riau. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkab Siak Kebut Pembersihan 4 Sungai Utama: Solusi Atasi Banjir Sekaligus Bantu Nelayan.

22 September 2026 - 12:07 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Asrama Santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu

12 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Walkout dari Rapat Banggar DPRD Kota Pekanbaru Akibat Dokumen LHP BPK Belum Diserahkan

1 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Anggota DPR RI Hendry Munief Dorong Kemandirian Santripreneur di Ponpes Hidayatullah Pekanbaru

1 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Pemkot dan DPRD Pekanbaru Sahkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025

1 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Trending di Berita
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam