Menu

Mode Gelap
 

Daerah

Sidang Lapangan Tol Pekanbaru–Rengat Memanas, Hakim Semprot Tergugat yang Tak Tahu Objek Sengketa.

badge-check


					Sidang Lapangan Tol Pekanbaru–Rengat Memanas, Hakim Semprot Tergugat yang Tak Tahu Objek Sengketa. Perbesar

 Kasus dugaan mafia tanah dalam pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Rengat di Kelurahan Muara Fajar Timur, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, kembali memantik sorotan tajam. Perkara yang menyeret nama Asni (73) ibu Elsih Rahmayani, warga yang telah menguasai lahan puluhan tahun bersama keluarganya, memasuki babak krusial melalui sidang lapangan (descente) yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (12/2/2026) siang.

Sidang lapangan tersebut dipimpin langsung Hakim PN Pekanbaru, Jonson Parancis, didampingi majelis hakim serta jajaran staf pengadilan. Turut hadir perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pekanbaru, unsur PUPR selaku penanggung jawab proyek tol, pihak tergugat, serta Hasni (73) bersama anaknya Elsih Rahmayani, yang selama ini mengklaim sebagai pihak sah penguasa fisik lahan.

 

 

Sejumlah anggota DPRD Kota Pekanbaru juga tampak menyaksikan langsung proses sidang lapangan tersebut, di antaranya Zulkardi, Wan Agusti, dan Ketua Komisi I Robin Eduar. Kehadiran para legislator itu disebut sebagai bentuk pengawasan terhadap perkara yang dinilai sarat kejanggalan dan menyangkut hak warga kecil.

Hakim Murka: Jangan Hanya Nunjuk-Nunjuk

 

 

Namun, sidang lapangan yang diharapkan menjadi ajang pembuktian justru diwarnai ketegangan. Saat majelis hakim meminta pihak tergugat menunjukkan secara konkret objek tanah yang diklaim tumpang tindih dengan lahan milik Elsih Rahmayani, permintaan tersebut tak mampu dipenuhi.

Pihak tergugat hanya menunjuk area perbukitan di bagian atas lokasi, yang secara visual tidak berada di jalur terdampak proyek tol. Padahal, objek ganti rugi tol justru berada di hamparan lahan yang lebih rendah, sekitar 400–500 meter dari titik yang ditunjukkan.

Kondisi itu membuat Hakim Jonson Parancis tampak geram. Ia menegur keras pihak tergugat karena dinilai tidak siap dan tidak serius dalam membuktikan klaimnya.

“Kami mau melihat objeknya, ukurannya yang mana. Besok-besok kalau ke lapangan itu harus ada ahli ukurnya. Jangan hanya ngomong-ngomong dan nunjuk-nunjuk saja,” tegas Hakim Jonson Parancis dengan nada tinggi di lokasi sidang.

Menurut hakim, sidang lapangan bukan sekadar formalitas, melainkan untuk mencocokkan antara **dokumen administrasi** dengan **kondisi riil di lapangan**. Karena itu, setiap klaim harus disertai bukti konkret berupa patok batas, titik koordinat, serta metode pengukuran yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Tunjukkan patoknya, bagaimana cara mengukurnya. Semua harus jelas supaya majelis bisa menilai secara objektif,” ujarnya.

Karena pihak tergugat tidak mampu menunjukkan batas dan letak tanah yang diklaim secara pasti, majelis hakim akhirnya memutuskan menunda sidang lapangan dan menjadwalkan ulang pemeriksaan setempat dua pekan ke depan.

“Kita di sini harus ada persiapan. Bukan datang lalu nunjuk-nunjuk saja. Karena tidak bisa menunjukkan ukuran dan titik lokasi yang pasti, sidang lapangan kita tunda dua minggu lagi,” kata Hakim Jonson Parancis.

Penundaan ini menambah panjang proses persidangan yang sebelumnya juga beberapa kali tertunda akibat ketidaksiapan para pihak, khususnya tergugat.

Sidang lapangan tersebut juga diwarnai perdebatan antara hakim dengan Syarif Hidayatullah, perwakilan mahasiswa dari HMI yang selama ini aktif mengawal kasus tersebut. Syarif sempat menyampaikan pandangannya terkait dugaan kejanggalan administrasi dan klaim lahan tergugat.

Meski demikian, majelis hakim menegaskan bahwa sidang lapangan harus tetap berjalan sesuai koridor hukum dan fokus pada pembuktian objek sengketa, bukan perdebatan di luar agenda pemeriksaan setempat.

Sebelumnya, mahasiswa HMI mengklaim menemukan sejumlah kejanggalan serius, mulai dari dugaan identitas fiktif pihak tergugat berdasarkan pengecekan ke Disdukcapil, hingga perbedaan lokasi dokumen alas hak yang tidak sesuai dengan wilayah objek tol sebagaimana tercantum dalam SK Gubernur.

Kasus sengketa lahan ini sendiri telah berlangsung bertahun-tahun. Keluarga Hasni dan Elsih Rahmayani mengaku menguasai lahan sejak akhir 1990-an dengan alas hak SKGR dan surat tebang tebas. Sekitar dua hektare dari lahan tersebut terdampak proyek strategis nasional Jalan Tol Pekanbaru–Rengat, dengan nilai ganti rugi miliaran rupiah.

Namun, sejak muncul klaim dari pihak lain, proses pembayaran ganti rugi menjadi terhambat hingga berujung pada konsinyasi di pengadilan. Sidang lapangan yang seharusnya menjadi titik terang justru memperlihatkan kaburnya klaim tergugat di hadapan majelis hakim.

Sidang lapangan lanjutan dijadwalkan kembali dua pekan mendatang. Majelis hakim meminta pihak tergugat benar-benar mempersiapkan bukti dan menghadirkan ahli ukur agar perkara ini dapat dinilai secara objektif dan tuntas. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kebakaran Hebat Melanda Asrama Santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu

12 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Walkout dari Rapat Banggar DPRD Kota Pekanbaru Akibat Dokumen LHP BPK Belum Diserahkan

1 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Anggota DPR RI Hendry Munief Dorong Kemandirian Santripreneur di Ponpes Hidayatullah Pekanbaru

1 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Pemkot dan DPRD Pekanbaru Sahkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025

1 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Kecelakaan Tunggal di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Minibus Tabrak Pohon dan Tiga Orang Luka-Luka

1 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Trending di Berita
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius