Menu ✖

Otomatis

Berita

Riau Kembali Dilanda Karhutla, 182 Hektare Lahan Ludes Terbakar

badge-check

Riau Kembali Dilanda Karhutla, 182 Hektare Lahan Ludes Terbakar Perbesar

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menghantui wilayah Riau seiring menurunnya intensitas hujan di sejumlah wilayah pesisir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau bergerak cepat dengan mengumpulkan seluruh pimpinan BPBD kabupaten dan kota guna menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim panas.

Kabid Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, mengungkapkan bahwa koordinasi ini sangat krusial mengingat laporan hotspot atau titik panas di Riau terus melonjak. Sebagian besar dari titik panas tersebut bahkan sudah terkonfirmasi sebagai titik api yang melahap lahan milik warga maupun kawasan hutan.

 

 

“Kami sudah melakukan pertemuan dengan para kepala BPBD kabupaten dan kota. Kami minta mereka untuk melakukan langkah antisipatif menghadapi perubahan cuaca ke musim panas,” ujar Jim Gafur, Rabu (11/2/2026).

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Riau saat ini mulai menipis. Kondisi tanah yang mengering memicu kerawanan tinggi terhadap gesekan maupun tindakan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Hingga awal tahun ini, tercatat sudah 10 daerah di Riau yang melaporkan kejadian Karhutla dengan total luas kerusakan mencapai 182,76 hektare (Ha).

 

 

Jim Gafur mendesak pemerintah daerah yang wilayahnya sudah memenuhi kriteria untuk segera menetapkan status darurat Karhutla. Langkah ini dianggap penting agar pengerahan personel dan bantuan logistik bisa dilakukan lebih cepat sebelum api meluas tak terkendali.

“Hotspot di Riau saat ini juga terus meningkat. Karena itu kami juga mengimbau daerah yang sudah memenuhi syarat untuk dapat menetapkan status darurat Karhutla,” tambahnya.

Kabupaten Bengkalis menjadi daerah yang terdampak paling parah dengan luas kebakaran mencapai 65,51 Ha. Disusul oleh Indragiri Hilir seluas 36,50 Ha, Pelalawan 21 Ha, dan Kota Dumai 19,52 Ha. Wilayah lain yang juga terpapar api adalah Pekanbaru 11,58 Ha, Siak 9,55 Ha, Kampar 8,50 Ha, Kepulauan Meranti 7,90 Ha, Kuantan Singingi 1,50 Ha, serta Indragiri Hulu 1,20 Ha.

Pihak BPBD juga mencatat kemunculan 848 hotspot dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 79 titik. Sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi prioritas utama untuk mencegah bencana kabut asap terulang kembali.

“Utamakan sosialisasi kepada masyarakat, kondisi cuaca kering seperti ini mudah terjadi kebakaran,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkab Siak Kebut Pembersihan 4 Sungai Utama: Solusi Atasi Banjir Sekaligus Bantu Nelayan.

22 Sep 2026 - 12:07 WIB

Pemkab Siak Kebut Pembersihan 4 Sungai Utama: Solusi Atasi Banjir Sekaligus Bantu Nelayan.

Kebakaran Hebat Melanda Asrama Santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu

12 Agu 2026 - 19:53 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Asrama Santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu

Fraksi PDI Perjuangan Walkout dari Rapat Banggar DPRD Kota Pekanbaru Akibat Dokumen LHP BPK Belum Diserahkan

1 Agu 2026 - 21:47 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Walkout dari Rapat Banggar DPRD Kota Pekanbaru Akibat Dokumen LHP BPK Belum Diserahkan

Anggota DPR RI Hendry Munief Dorong Kemandirian Santripreneur di Ponpes Hidayatullah Pekanbaru

1 Agu 2026 - 21:11 WIB

Anggota DPR RI Hendry Munief Dorong Kemandirian Santripreneur di Ponpes Hidayatullah Pekanbaru

Pemkot dan DPRD Pekanbaru Sahkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025

1 Agu 2026 - 20:44 WIB

Pemkot dan DPRD Pekanbaru Sahkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025
Trending di Berita