Aktual Terkini.com -PEKANBARU — Mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun, memberikan tanggapan terkait pergeseran jabatan yang dialami oleh dua orang adiknya di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, Rabu (10/6/2026). Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, tidak lama setelah pelaksanaan pelantikan pejabat baru oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, resmi melantik 42 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aula Lantai 6 Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya. Agenda pelantikan tersebut mencakup rotasi pada sejumlah posisi strategis, mulai dari kepala dinas, sekretaris dinas, hingga pejabat fungsional.
Muflihun mengonfirmasi bahwa dirinya baru mengetahui informasi mengenai mutasi kedua adiknya, Mardiansyah dan Rinaldy, melalui pemberitaan media massa. Kendati demikian, ia menanggapi kebijakan rotasi tersebut dengan bijak dan mengingatkan kembali esensi pengabdian keluarga mereka terhadap daerah.
“Pagi ini saya membaca berita media terkait mutasi pejabat di Pemerintah Kota Pekanbaru. Saya melihat nama adik saya, Mardiansyah, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, kemudian dipindahkan menjadi Kepala Dinas Pertanahan, dan selanjutnya ditempatkan sebagai staf ahli,” ujar Muflihun.
Dedikasi Keluarga Birokrat dan Sejarah Daerah
Dalam pernyataan resminya, Muflihun menekankan bahwa mereka tumbuh dari latar belakang keluarga birokrat yang memiliki rekam jejak dedikasi panjang di Pekanbaru. Ia turut mengenang kontribusi historis mendiang ayah mereka dalam proses perpindahan ibu kota provinsi terdahulu.
“Kita terlahir dari keluarga ASN. Papa dan mama kita juga ASN yang mengabdi di Kota Pekanbaru. Bahkan papa kita merupakan salah satu tokoh yang ikut menandatangani perpindahan ibu kota Provinsi Riau tahun 1957. Ini rumah kita, ini kampung kita. Kita mencintai Pekanbaru,” jelasnya.
Jabatan Sebagai Amanah Sementara
Di akhir penjelasannya, tokoh masyarakat Riau tersebut memberikan motivasi sekaligus instruksi kepada sang adik agar tetap menjaga profesionalitas kerja selaku abdi negara, mengingat jabatan merupakan sebuah amanah yang bersifat dinamis dan sementara.
“Tetap mengabdi. Jabatan itu amanah. Semoga tanah bertuah ini memberikan doa terbaik untuk kita semua,” pungkas Muflihun menutup pernyataannya.
PEKANBARU — Mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun, memberikan tanggapan terkait pergeseran jabatan yang dialami oleh dua orang adiknya di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, Rabu (10/6/2026). Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, tidak lama setelah pelaksanaan pelantikan pejabat baru oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, resmi melantik 42 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aula Lantai 6 Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya. Agenda pelantikan tersebut mencakup rotasi pada sejumlah posisi strategis, mulai dari kepala dinas, sekretaris dinas, hingga pejabat fungsional.
Muflihun mengonfirmasi bahwa dirinya baru mengetahui informasi mengenai mutasi kedua adiknya, Mardiansyah dan Rinaldy, melalui pemberitaan media massa. Kendati demikian, ia menanggapi kebijakan rotasi tersebut dengan bijak dan mengingatkan kembali esensi pengabdian keluarga mereka terhadap daerah.
“Pagi ini saya membaca berita media terkait mutasi pejabat di Pemerintah Kota Pekanbaru. Saya melihat nama adik saya, Mardiansyah, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, kemudian dipindahkan menjadi Kepala Dinas Pertanahan, dan selanjutnya ditempatkan sebagai staf ahli,” ujar Muflihun.
Dedikasi Keluarga Birokrat dan Sejarah Daerah
Dalam pernyataan resminya, Muflihun menekankan bahwa mereka tumbuh dari latar belakang keluarga birokrat yang memiliki rekam jejak dedikasi panjang di Pekanbaru. Ia turut mengenang kontribusi historis mendiang ayah mereka dalam proses perpindahan ibu kota provinsi terdahulu.
“Kita terlahir dari keluarga ASN. Papa dan mama kita juga ASN yang mengabdi di Kota Pekanbaru. Bahkan papa kita merupakan salah satu tokoh yang ikut menandatangani perpindahan ibu kota Provinsi Riau tahun 1957. Ini rumah kita, ini kampung kita. Kita mencintai Pekanbaru,” jelasnya.
Jabatan Sebagai Amanah Sementara
Di akhir penjelasannya, tokoh masyarakat Riau tersebut memberikan motivasi sekaligus instruksi kepada sang adik agar tetap menjaga profesionalitas kerja selaku abdi negara, mengingat jabatan merupakan sebuah amanah yang bersifat dinamis dan sementara.
“Tetap mengabdi. Jabatan itu amanah. Semoga tanah bertuah ini memberikan doa terbaik untuk kita semua,” pungkas Muflihun menutup pernyataannya.























