Kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau perlu ditingkatkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi lonjakan signifikan jumlah titik panas atau hotspot yang mencapai 251 titik, Rabu (11/2/2026), meskipun kondisi cuaca secara umum diprediksi cerah berawan.
Berdasarkan data citra satelit yang dirilis BMKG, Pulau Sumatera secara keseluruhan menyumbang 336 titik panas. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi penyumbang terbesar dengan konsentrasi panas yang mengkhawatirkan. Kabupaten Bengkalis mencatatkan angka tertinggi dengan 139 titik, disusul Kabupaten Pelalawan dengan 84 titik.
Sebaran titik panas lainnya terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 18 titik, Kabupaten Siak 6 titik, dan Kabupaten Kepulauan Meranti 2 titik. Sementara itu, Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir masing-masing menyumbang satu titik panas.
‘’Dengan masih tingginya jumlah hotspot, kami mengimbau seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah dan masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,’’ ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S.
Di sisi lain, cuaca di wilayah Riau pada pagi hari terpantau cerah berawan. Memasuki siang hingga sore hari, langit diprakirakan tetap cerah berawan hingga berawan, namun terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah pada sore hingga malam hari. Kondisi dini hari diprediksi udara kabur hingga berawan.
Suhu udara di Bumi Lancang Kuning ini berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara 55 sampai 98 persen. Angin bertiup dari arah utara menuju tenggara dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Terkait kondisi perairan, BMKG memastikan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem. Tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan masuk dalam kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. ***



















