Kawanan gajah sumatra meratakan lima petak rumah karyawan PT Arara Abadi di Desa Rantau Bertuah, Kabupaten Siak, Minggu (22/2/2026) pagi. Insiden hancurnya tempat tinggal ini dipicu oleh perjuangan keras kelompok satwa tersebut untuk menyelamatkan salah satu anak gajah di sekitar kawasan industri.
Peristiwa robohnya tembok bangunan mes dan rusaknya fasilitas pekerja ini tercatat bukan yang pertama kali terjadi. Kejadian serupa sebelumnya pernah menyatroni pekerja di wilayah yang sama, memberikan petunjuk kuat mengenai adanya gangguan pada jalur lintas alami mamalia dilindungi ini.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, langsung memberikan atensi penuh terhadap insiden hancurnya satu blok rumah pekerja tersebut. Ia memandang peristiwa ini sebagai sebuah peringatan serius mengenai terganggunya keseimbangan lingkungan setempat.
“Alam sudah bereaksi sendiri. Gajah-gajah liar mungkin sudah sangat terganggu dengan aktivitas perusahaan di jalur lintas mereka,” ujar Afni.
Mantan wartawan ini menguraikan bahwa batas ekologi antara habitat satwa liar dan kawasan industri di wilayah Siak kini semakin menyempit. Pemerintah daerah memastikan akan segera berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menyusun langkah mitigasi nyata. Hal ini sangat krusial agar ruang hidup satwa tetap terjaga dan keamanan para pekerja tidak lagi terancam oleh konflik ekosistem serupa. ***



















