Menjelang datangnya musim penghujan, ancaman genangan air dan kesulitan akses bagi nelayan akibat pendangkalan menjadi perhatian serius di Kabupaten Siak. Menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah setempat mulai memprioritaskan pembersihan empat aliran sungai utama guna memastikan kelancaran debit air.
Langkah penanggulangan ini dipercepat dengan memaksimalkan operasional alat berat bantuan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III Pekanbaru. Saat ini, armada pengeruk tersebut sudah bersiaga dan mulai bekerja mengupas titik-titik penyempitan aliran sungai di wilayah Siak.
Fokus pertama pengerjaan menyasar Sungai Mengkapan yang berada di Kecamatan Sungai Apit. Di lokasi ini, pembersihan ditargetkan mampu membelah jalur air sepanjang 5 kilometer dan dijadwalkan rampung dalam masa kerja satu bulan.
“Mumpung alatnya ada di Kabupaten Siak, saya minta camat-camat mengusulkan sungai yang perlu dibersihkan. Jangan sampai alat ini menganggur, kita carikan solusi supaya tetap bekerja,” ujar Bupati Siak, Afni Z saat memimpin rapat koordinasi isu pertanian, perkebunan, dan perdagangan di Zamrud Room, Selasa (22/9/2026).
Setelah target di Sungai Mengkapan tercapai, rute alat berat akan langsung digeser untuk menormalisasi aliran sungai di wilayah Mempura dan Sungai Mandau. Sementara itu, untuk penanganan Sungai Sam-sam di Kecamatan Kandis, pemerintah daerah telah menjadwalkannya dalam agenda kerja tahun 2027 mendatang.
Selain mengatur pergerakan armada, Afni juga memberikan instruksi langsung kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar segera mengamankan kantong anggaran. Dana khusus ini nantinya akan didedikasikan sepenuhnya untuk program pencucian sungai yang berkelanjutan.
“Kita coba alokasikan anggaran khusus untuk cuci sungai. Kasihan nelayan kita. Kalau sungai tidak dibersihkan, dampaknya juga bisa menyebabkan banjir,” urainya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa tumpukan sedimen liar bertahun-tahun telah memicu penyempitan parah di beberapa titik krusial. Kondisi inilah yang membuat air cepat meluap ke permukiman warga saat curah hujan mulai meninggi.
“Tentu kita berharap pembersihan sungai secara bertahap dapat memperlancar aliran air, menekan potensi genangan, sehingga mendukung aktivitas masyarakat yang bergantung pada sungai,” pungkasnya. ***























