Aksi balap liar yang semakin marak selama bulan suci Ramadan memantik perhatian serius wakil rakyat. Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Firmansyah mendesak adanya penambahan armada kepolisian agar penertiban di jalanan dapat berjalan maksimal.
“Ini fenomena yang sering terjadi di bulan Ramadan, terutama ketika anak-anak sekolah sedang libur atau memiliki waktu luang. Tentu ini sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Firmansyah saat ditemui di ruangannya, Senin (23/2/2026).
Adu kecepatan kuda besi ini sebelumnya terpantau di Jalan Hangtuah kawasan Simpang Wates, Jumat (20/2/2026) sore. Sejumlah remaja memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi secara zig-zag hingga mengambil jalur kendaraan lain. Puluhan penonton juga tampak berjejer di tepi jalan sehingga arus lalu lintas melambat dan memaksa pengendara ekstra waspada. Aksi serupa turut dilaporkan terjadi di kawasan Panam serta Rumbai di dekat Stadion Kaharuddin Nasution.
DPRD Kota Pekanbaru secara intensif telah menjalin komunikasi dengan kepolisian setempat guna menertibkan aksi yang didominasi kalangan remaja tersebut. Langkah persuasif serta patroli rutin dari aparat keamanan dinilai patut mendapat apresiasi.
“Kapolsek sudah melakukan patroli rutin. Bahkan Kapolda juga turun tangan dengan membuat inisiatif kegiatan positif seperti lomba pacu lari untuk menyalurkan adrenalin anak-anak remaja ini ke arah yang lebih baik. Kita tentu memberikan apresiasi atas upaya tersebut,” paparnya.
Kendati demikian, penertiban di lapangan belum sepenuhnya optimal akibat keterbatasan personel dan kendaraan operasional. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi kelancaran tugas aparat pelindung masyarakat.
“Memang ada keterbatasan armada. Dengan kondisi itu, operasi di lapangan tidak bisa maksimal. Karena itu, kami meminta semua pihak, termasuk Pemerintah Kota Pekanbaru, memperhatikan ketersediaan armada kepolisian agar kinerja mereka dalam mengayomi masyarakat bisa lebih maksimal,” tambahnya.Selain penindakan tegas, penanganan balap liar juga membutuhkan solusi jangka panjang melalui pembinaan dan penyediaan ruang kegiatan positif. Firmansyah mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, sekolah, serta orang tua untuk mengarahkan potensi generasi muda ke aktivitas yang tidak membahayakan keselamatan publik. ***



















