Aktual Terkini.com – PEKANBARU Meski masyarakat sudah lama berharap berdirinya Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) untuk mengatasi kemacetan parah yang sering terjadi di persimpangan depan Gerbang Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Pekanbaru, namun sejauh ini hal itu masih menjadi harapan kosong.Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru sampai saat ini mengaku masih mengkaji dan memproses rencana pengadaan unit traffic light di persimpangan tersebut.
Perihal pengadaan unit traffic light di persimpangan depan gerbang Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Panam ini, GoRiau sebenarnya Februari lalu sudah menanyakannya ke Masykur Tarmizi, yang waktu itu masih menjabat Plt Kadis Perhubungan Kota Pekanbaru. Menurut Masykur ketika itu, pengadaan traffic light di persimpangan gerbang Stadion Utama Riau itu sedang dikaji pihaknya.
“Sedang kita kaji untuk buat lampu merah Bang,” tulis Masykur dalam pesan pendeknya menjawab GoRiau, Senin (23/2/2026) lalu.Hampir tiga bulan berlalu, dan tanda-tanda unit lampu lalu lintas akan didirikan di persimpangan depan gerbang Stadion Utama Riau itu belum terlihat. GoRiau kembali menanyakan apa hasil kajian yang dilakukan Dishub.
“Waalaikumslm wr wb.. msh proses bg, dan perlu koordinasi,” jawab Kadishub Masykur Tarmizi dalam pesan pendeknya menjawab GoRiau, Kamis (7/5/2026).
Namun ditanya lebih jauh proses seperti apa dan koordinasi dengan pihak mana yang dimaksud, sampai berita ini diterbitkan (Minggu, 10/5/2026), Masykur tidak menjawab pertanyaan GoRiau.Adi, seorang warga yang mengaku tinggal di Jalan Melati, mempertanyakan keseriusan Dishub Pekanbaru mendirikan unit traffic light di persimpangan depan gerbang Stadion Utama Riau itu. “Separah itu tiap hari macet di simpang tiga (depan gerbang stadion) itu, apalagi yang harus dikaji? Kan sudah nyata (macet parah) itu di depan mata, terutama sore hari. Untung juga ada geng pak ogah di simpang tu,” keluh Adi.
“Menurut saya, simpang itu sudah layak dipasang lampu merah. Kalau jam-jam sibuk, pagi atau sore, simpang itu macetnya parah sekali. Petugas ada tampak di sana, tapi lebih sering pak ogah yang turun mengatur macet simpang tu,” kata Joni, seorang pengendara motor.
Pengamatan lapangan GoRiau, kemacetan parah di persimpangan ini sering terjadi sore hari, terutama dari arah Tugu Songket (Jalan Tuanku Tambusai ujung) menuju gerbang Stadion Utama Riau, dan sebaliknya. Volume kendaraan yang melintasi persimpangan itu tampak sangat tinggi, mulai dari kendaraan pegawai pulang kerja, truk besar dan kendaraan lainnya.
Tumbukan Kendaraan Tiga Arah
Dalam satu momen waktu, di tengah persimpangan ini akan terjadi tumbukan arus kendaraan dari tiga arah. Pertama, kendaraan dari arah Tugu Songket hendak masuk ke Gerbang Stadion Utama Jalan Naga Sakti, kedua; kendaraan dari arah Jalan Naga Sakti hendak menyeberang ke Jalan SM Amin, serta arus tinggi kendaraan dari arah Jalan SM Amin (dari Simpang Tabek Gadang) menuju arah Tugu Songket.
Beruntung ada gerombolan pak ogah yang mau berhujan-berpanas mengatur laju kendaraan di simpang itu. Ada yang rela menyelipkan lembaran rupiah agar diberi akses untuk lewat di tengah padatnya kerumunan kendaraan yang juga hendak lewat, namun banyak juga yang berat hati hanya untuk sekedar mengucapkan terima kasih kepada usaha pak ogah itu.
Pengamat tata kota, Mardianto Manan, yang dihubungi terpisah mengatakan, pendirian APILL terlebih dulu harus melalui kajian. “Iya, harus dibuat kajiannya dulu. Apakah solusi terbaik. Kalau memang (layak) lampu merah, maka segera dipasang,” tulis Mardianto dalam pesan pendeknya kepada GoRiau, Kamis (7/5/2026).
Ditanya soal lama waktu kajiannya, mengingat Dishub Pekanbaru mengaku sudah melakukan kajian sejak Februari lalu, Mardianto hanya mengatakan, “Iya memang butuh waktu untuk mengukur LHR (Lalu Lintas Harian rata-rata) kendaraannya,” tulis dosen Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Riau ini























