AKTUAL TERKINI – PEKANBARU – Kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu efek berantai berupa lonjakan harga material bangunan di pasaran yang kini berdampak langsung pada pelaksanaan proyek infrastruktur daerah. Merespons situasi tersebut, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pekanbaru tengah merampungkan penyesuaian harga satuan pekerjaan untuk proyek semenisasi jalan lingkungan.
Kondisi ini memaksa tim teknis untuk melakukan kalkulasi ulang secara cermat. Langkah tersebut diambil agar target volume pekerjaan semenisasi dan pembangunan drainase tetap realistis serta berjalan sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia.
“Instruksi Wali Kota tetap kami jalankan, tetapi untuk sementara kami matangkan dulu penyesuaian harga satuannya. Lonjakan harga material akibat dampak BBM ini membuat kami harus menghitung ulang seluruh Rencana Anggaran Biaya (RAB),” jelas Plt Kepala Dinas Perkim Kota Pekanbaru, Martin Manouluk, Selasa (19/5/2026).
Meskipun menghadapi tantangan teknis dan fluktuasi harga, proyek yang menargetkan penyelesaian jalan lingkungan sepanjang lebih dari 20 kilometer di 15 kecamatan ini tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan visi pemerataan pembangunan yang diusung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.
“Kami ingin pembangunan infrastruktur ini dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, pengerjaan tidak hanya difokuskan pada jalan utama kota saja, melainkan harus menyentuh hingga ke dalam lingkungan permukiman warga,” terang Agung.
Adapun sasaran proyek jalan lingkungan terintegrasi ini disinkronkan dengan kebijakan bantuan keuangan senilai Rp100 juta per Rukun Warga (RW). Dari total anggaran bantuan tersebut, fokus utamanya diarahkan untuk pengerjaan semenisasi dan normalisasi drainase sepanjang 10 kilometer guna mengejar peningkatan capaian fisik pembangunan dari tahun sebelumnya.























