Menu

Mode Gelap
 

Daerah

Peran Strategis MAPEL Kampar dalam Mewujudkan Lingkungan Kota yang Lebih Sehat

badge-check


					Peran Strategis MAPEL Kampar dalam Mewujudkan Lingkungan Kota yang Lebih Sehat Perbesar

Di tengah dinamika perkembangan kota metropolitan seperti  Kampar, Riau — yang dikenal sebagai salah satu kota besar dan padat di Pulau Sumatra dengan tantangan lingkungan yang semakin kompleks — hadir sebuah organisasi lingkungan yang semakin mendapat perhatian publik: Masyarakat Pelestari Lingkungan, atau yang akrab disebut MAPEL Pekanbaru.

MAPEL bukan sekadar komunitas biasa. Organisasi ini telah tumbuh menjadi salah satu elemen penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup di Pekanbaru dan sekitarnya. Didirikan oleh para aktivis dan pemerhati lingkungan, MAPEL bergerak di ranah advokasi, edukasi, hingga aksi nyata pelestarian lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Husyonta Maulana SB sebagai Ketua, dengan dukungan kunci dari Wakil Ketua Muhammad Mukhlis dan M. Rofi Setia Anugrah sebagai pengurus inti, MAPEL Pekanbaru tampil dengan semangat kolaboratif dan pengabdian publik yang konsisten.

Sebagai organisasi masyarakat sipil, MAPEL menempatkan isu lingkungan sebagai fokus utama perjuangannya. Berangkat dari pengamatan terhadap kondisi lingkungan di kota yang terus mengalami tekanan akibat urbanisasi, pembangunan, dan perubahan iklim, MAPEL menyuarakan perlunya tindakan nyata baik dari masyarakat maupun pemerintah. Salah satu isu penting yang sering diangkat adalah perlunya penegakan kebijakan lingkungan yang lebih tegas, terutama terkait dengan manajemen sumber daya air dan perlindungan ruang terbuka hijau. Organisasi ini sering memantau pelaksanaan aturan daerah yang berkaitan dengan lingkungan, sekaligus mengkritisi kebijakan yang dianggap belum optimal dalam melindungi ekosistem kota.

Peran MAPEL Pekanbaru tidak hanya sebatas kritik dan advokasi. Dalam banyak kesempatan, organisasi ini turut serta dalam kegiatan nyata yang melibatkan masyarakat luas. Misalnya pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, MAPEL ikut berpartisipasi aktif bersama berbagai pihak termasuk Badan Usaha dan komunitas lainnya dalam kegiatan bertema Green Employee Involvement. Kegiatan tersebut mencakup pameran produk daur ulang, aksi memungut sampah, dan sosialisasi kesadaran lingkungan — sebuah wujud konkret kontribusi MAPEL dalam memperkuat kesadaran publik terhadap isu lingkungan.

Dalam struktur kepengurusannya, sosok Husyonta Maulana SB sebagai Ketua memegang peranan penting dalam memberikan arah dan visi bagi organisasi. Bersama Muhammad Mukhlis sebagai Wakil Ketua, keduanya memimpin MAPEL dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan relawan dari berbagai lapisan masyarakat. Sementara itu, peran M. Rofi Setia Anugrah sebagai salah satu pengurus inti memperkuat koordinasi internal serta pengembangan program-program MAPEL yang bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan — mulai dari lembaga pemerintah, dunia usaha, hingga komunitas lokal.

Salah satu misi utama MAPEL adalah memperluas pendidikan lingkungan di kalangan masyarakat. Edukasi ini mencakup serangkaian program seperti pelatihan pengelolaan sampah, penanaman pohon, konservasi air, serta kampanye sadar lingkungan di daerah permukiman, sekolah, dan tempat umum lainnya. Kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting antara pengetahuan lingkungan dan tindakan nyata yang bisa dilakukan setiap individu dalam kehidupan sehari-hari.

Advokasi yang dilakukan MAPEL juga menyasar pembuat kebijakan daerah. Organisasi ini secara teratur menyampaikan pandangan dan rekomendasi kepada pemerintah kota maupun provinsi, terutama dalam hal implementasi Peraturan Daerah (Perda) yang berkaitan dengan lingkungan hidup. MAPEL mendorong penegakan hukum yang transparan serta keterlibatan semua pihak dalam pengawasan pelaksanaan aturan tersebut. Keterlibatan komunitas dalam proses ini merupakan wujud nyata dari prinsip partisipatif yang dijunjung MAPEL dalam membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Lebih jauh, MAPEL Pekanbaru juga melihat pentingnya sinergi lintas sektor. Dengan menggandeng organisasi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, swasta, hingga kelompok masyarakat lain yang peduli pada isu lingkungan, MAPEL terus memperkuat jejaring kolaboratif. Kolaborasi ini membuka ruang bagi wacana lingkungan yang lebih luas sekaligus implementasi program yang berdampak nyata, seperti penanaman pohon bersama, pembuatan bank sampah komunitas, dan penyuluhan pengelolaan limbah rumah tangga.

Melihat tantangan lingkungan yang terus berkembang — dari banjir kota akibat kurangnya ruang serapan air, hingga meningkatnya limbah urban — peran organisasi seperti MAPEL Pekanbaru menjadi semakin penting. Di tangan para pengurus seperti Husyonta Maulana SB, Muhammad Mukhlis, dan M. Rofi Setia Anugrah, semangat pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi slogan, tetapi sebuah aksi nyata yang melibatkan masyarakat dalam perubahan positif menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan komitmen berkelanjutan terhadap pelestarian lingkungan, MAPEL Pekanbaru membuktikan bahwa perubahan besar sering kali bermula dari langkah kecil, namun konsisten — sebuah pijakan penting menuju masa depan lingkungan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dinilai Meresahkan, Ketua Komisi III DPRD Riau Desak Tambang Sirtu di Pulau Tinggi Kampar Ditutup

18 Februari 2026 - 14:03 WIB

Setelah Penantian Panjang, Jalan Teladan dan Merpati Sakti Mulai Dibenahi Pemko Pekanbaru

18 Februari 2026 - 13:57 WIB

Kembali Tergenang Banjir, Pemko Pekanbaru Diminta Benahi Jalan Bangau Sakti Panam

18 Februari 2026 - 13:27 WIB

Efek Ramadhan, Jumlah Pengemis di Pekanbaru Diprediksi Naik Hingga Tiga Kali Lipat

18 Februari 2026 - 13:22 WIB

Pekanbaru Gelar Gotong Royong Massal, Markarius Tegaskan Seluruh Pegawai Wajib Turun ke Lapangan.

13 Februari 2026 - 09:47 WIB

Trending di Daerah