Kapal Motor (KM) Arya dilaporkan tenggelam di Perairan Selat Rengit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (2/2/2026) pagi. Insiden ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB setelah kapal dihantam angin kencang disertai gelombang tinggi.
Dari informasi yang rangkum GoRiau.com, KM Arya yang dinakhodai Agus alias Aji (42) dengan satu orang kru, Ruzi alias Uzi (46), diketahui berlayar dari Desa Baran Melintang, Kecamatan Pulau Merbau, sejak dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Kapal tersebut membawa muatan getah karet atau ojol seberat kurang lebih tiga ton dengan tujuan gudang milik Awi di Desa Alai, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
Namun perjalanan yang semula berjalan normal berubah menjadi mencekam saat kapal memasuki perairan Kuala Selat Rengit. Sekira pukul 08.15 WIB, KM Arya dihantam angin kencang dan gelombang pasang sehingga kapal oleng dan mulai kemasukan air.
Melihat kondisi kapal yang semakin kritis, nahkoda berinisiatif mengarahkan kapal ke tepi laut di wilayah Desa Mekong untuk menyelamatkan diri. Sayangnya, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Setibanya di tepi laut, kapal justru menghantam tebing, menyebabkan lambung kapal pecah dan KM Arya akhirnya tenggelam.
Sekira pukul 08.50 WIB, nahkoda menghubungi Zulfikar alias Ijul untuk meminta pertolongan. Informasi tersebut segera direspons oleh Zulfikar bersama masyarakat setempat yang langsung menuju lokasi kejadian. Tak lama berselang, personel Sat Polairud Polres Kepulauan Meranti bersama TNI AL dan Basarnas turut bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Nahkoda dan kru KM Arya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH melalui Kasat Polairud Iptu Abdul Roni, SH membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa cuaca buruk menjadi dugaan sementara penyebab tenggelamnya kapal.
Benar telah terjadi kapal tenggelam di Perairan Selat Rengit. Dugaan sementara penyebab kejadian adalah cuaca buruk dan hantaman gelombang. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ujar Iptu Abdul Roni.
Adapun hasil dari penanganan yang dilakukan personel gabungan, nahkoda dan kru KM Arya dipastikan selamat. Muatan kapal berupa getah karet sekitar tiga ton berhasil dievakuasi menggunakan kapal lain dan dibawa ke Gudang Awi di Desa Alai.
Sementara itu, posisi KM Arya saat ini berada di pinggiran Perairan Desa Mekong, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, dalam kondisi lambung kapal pecah dan masih digenangi air laut. ***



















