Produksi padi di Provinsi Riau mencatatkan tren positif dengan kenaikan signifikan dalam dua tahun terakhir. Kendati demikian, lonjakan produksi ini belum mampu membebaskan Riau dari ketergantungan pasokan beras luar daerah, mengingat tingkat kecukupan produksi lokal baru menyentuh angka 27 persen dari total kebutuhan masyarakat.
Data menunjukkan pertumbuhan produksi padi sebesar 12,7 persen, bergerak dari angka 205.973 ton menjadi 232.071 ton. Jika dikonversi menjadi beras untuk konsumsi pangan, estimasi produksi beras Riau tahun 2025 tumbuh 4,51 persen atau mencapai 133,19 ribu ton. Namun, angka ini masih jauh di bawah kebutuhan riil penduduk Riau yang berjumlah 6,7 juta jiwa.
‘’Dengan total 6,7 juta jiwa, Provinsi Riau membutuhkan beras mencapai 436 ribu ton per tahun. Dengan angka tersebut, menjadikannya hanya dapat mencukupi 27 persen,’’ ujar Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi, Selasa (10/2/2026).
Kenyataan ini menuntut pemerintah daerah bekerja lebih keras. Syahrial menjelaskan bahwa ketahanan pangan daerah menjadi isu krusial untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari provinsi tetangga. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kini menargetkan pembangunan pangan jangka panjang hingga tahun 2029 dengan empat fokus utama yang dijalankan secara bertahap.
Fokus pertama adalah menggenjot ketersediaan dan produksi pangan daerah, khususnya pada komoditas strategis seperti padi dan jagung yang menjadi tolak ukur kinerja daerah. Langkah ini harus dibarengi dengan strategi kedua, yakni pengurangan pasokan luar daerah seiring dengan naiknya kapasitas produksi petani lokal.
‘’Kemudian Pemprov Riau juga mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah secara bertahap, seiring dengan peningkatan kapasitas produksi lokal,’’ jelasnya.
Strategi ketiga menyasar sisi hulu, yakni peningkatan produktivitas dan pemanfaatan lahan. Upaya ini meliputi optimasi lahan tidur, peningkatan indeks pertanaman agar bisa panen lebih sering, serta pengendalian alih fungsi lahan pertanian yang marak terjadi.
Terakhir, aspek sumber daya manusia menjadi sorotan. Regenerasi petani dinilai vital agar sektor pertanian tidak ditinggalkan generasi muda. ‘’Kita juga akan berfokus pada peningkatan kapasitas, kesejahteraan, dan regenerasi petani, termasuk penguatan peran petani milenial,’’ pungkasnya. ***
















