Bulan suci Ramadhan kerap dimanfaatkan oleh sebagian kelompok masyarakat untuk mengais rezeki dengan cara instan. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru mencatat adanya tren kenaikan drastis jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beroperasi di jalanan kota setiap kali mendekati bulan puasa.
Plt Kepala Dinsos Pekanbaru, Junaedy, mengungkapkan data yang cukup mengejutkan. Menurutnya, para pengemis ini seolah memiliki siklus tahunan untuk “bermigrasi” ke titik-titik ramai di Pekanbaru demi mengharap belas kasihan warga yang sedang meningkatkan amal ibadah.
“Jumlahnya bisa dua hingga tiga kali lipat lebih banyak dari hari biasanya,” ungkap Junaedy, Rabu (18/2/2026).
Lonjakan populasi pengemis ini paling terlihat di kawasan bisnis yang sibuk. Junaedy mencontohkan Simpang Mal SKA sebagai salah satu lokasi paling “basah” bagi para gepeng. Padatnya lalu lintas dan dekatnya dengan pusat perbelanjaan menjadikan lokasi ini magnet kuat bagi mereka untuk menadahkan tangan.Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kota. Kehadiran mereka yang menjamur secara tiba-tiba tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga kerap membahayakan keselamatan pengguna jalan dan pengemis itu sendiri. ***
















