Maraknya tindak kriminal seperti jambret, begal, dan pencurian di Kota Pekanbaru mendapat sorotan serius dari Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, S.H., dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia menilai bahwa sebagian besar aksi kejahatan tersebut kerap bermula dari penyalahgunaan narkoba.
Zulkardi menegaskan bahwa peredaran narkoba menjadi akar persoalan meningkatnya angka kriminalitas di Pekanbaru. Menurutnya, banyak pelaku kejahatan merupakan pecandu narkoba yang nekat melakukan tindak pidana demi memenuhi kebutuhan konsumsi barang haram tersebut.
“Pada prinsipnya, maraknya pencurian dan kejahatan lainnya terjadi karena banyak pelakunya merupakan pecandu narkoba. Oleh karena itu, yang harus ditertibkan dan dibersihkan adalah tempat-tempat peredaran narkoba di Pekanbaru,” tegas Zulkardi.
Ia pun mendesak aparat penegak hukum agar lebih serius dan konsisten dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya. Selain itu, ia juga menilai perlu adanya peningkatan patroli kepolisian, khususnya di wilayah-wilayah rawan kriminalitas.
“Pihak kepolisian harus meningkatkan patroli di lokasi rawan kejahatan agar dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zulkardi menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum dalam menekan angka kriminalitas. Menurutnya, keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian, tetapi memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen, DPRD Kota Pekanbaru, kata Zulkardi, siap menganggarkan pembangunan pos ronda di seluruh wilayah kota. Selain itu, DPRD juga siap mengalokasikan anggaran untuk honor petugas ronda, agar penjagaan di tingkat RT dan RW dapat berjalan lebih optimal.
“Jika penjagaan ronda aktif dan bertanggung jawab karena diberikan honorarium, tentu hal ini akan sangat meminimalisir kejahatan, apalagi jika disinergikan dengan pihak kepolisian,” katanya.
Zulkardi menambahkan, dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pembangunan pos ronda di setiap RW dinilai cukup memungkinkan. Ia juga mendorong pemasangan kamera pengawas (CCTV) di setiap kampung yang terintegrasi dan dapat dimonitor langsung dari pos ronda.
“Dengan adanya pos ronda, penjaga yang bertanggung jawab, serta CCTV di setiap kampung, ruang gerak pelaku kejahatan akan semakin sempit. Ini menjadi langkah konkret untuk memperkecil tindak kriminal di Kota Pekanbaru,” pungkasnya














