Menu

Mode Gelap
 

Advertorial

Pengungsi Rohingya Tuntut Peningkatan Biaya Hidup dan Fasilitas di Pekanbaru

badge-check


					Pengungsi Rohingya Tuntut Peningkatan Biaya Hidup dan Fasilitas di Pekanbaru Perbesar

Pemerintah Provinsi Riau mulai menempuh jalur mediasi menyusul tuntutan para pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru terkait kenaikan biaya hidup dan perbaikan fasilitas tempat tinggal. Langkah ini diambil untuk meredam ketegangan sekaligus mencari solusi yang adil tanpa mengganggu stabilitas sosial masyarakat.

Proses mediasi dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau dengan melibatkan organisasi internasional yang selama ini menangani isu pengungsi, yakni International Organization for Migration dan United Nations High Commissioner for Refugees. Koordinasi ini difokuskan pada penanganan keluhan biaya hidup serta kondisi fasilitas hunian pengungsi.

 

 

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau, Bobby Rachmat, menegaskan mediasi menjadi langkah penting untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi konflik. Ia menyebut pendekatan yang ditempuh harus bersifat humanis sekaligus mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat setempat.

“Upaya ini dilakukan agar stabilitas sosial tetap terjaga dan tidak menimbulkan gesekan di masyarakat,” ujarnya.

 

 

Langkah mediasi ini menyusul aksi unjuk rasa sekitar seratusan pengungsi Rohingya di kawasan Bandar Serai, Komplek MTQ Pekanbaru. Dalam aksi tersebut, para pengungsi menyampaikan langsung sejumlah tuntutan yang mereka nilai mendesak, mulai dari bantuan medis, dukungan biaya hidup, hingga akses pendidikan bagi anak-anak.

Salah seorang pengungsi, Nuriamin, menyampaikan bahwa bantuan bulanan yang diterima saat ini dinilai belum mencukupi kebutuhan dasar. Ia menyebut bantuan sebesar Rp1,05 juta untuk individu, Rp1,7 juta untuk keluarga, dan Rp2,3 juta untuk keluarga dengan satu anak sulit menutup kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk transportasi menuju layanan publik.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bobby Rachmat mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan IOM dan UNHCR agar informasi terkait skema bantuan dan kebijakan yang ada dapat disosialisasikan secara jelas kepada para pengungsi. Sosialisasi ini dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik sosial. Pemprov Riau menegaskan penanganan pengungsi Rohingya harus tetap mengedepankan aspek kemanusiaan, tanpa mengabaikan kepentingan dan kenyamanan masyarakat lokal. Melalui proses mediasi yang sedang berjalan, pemerintah daerah berharap dapat menemukan solusi konkret yang berimbang dan berkelanjutan bagi semua pihak. *** 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UPT Penilaian Kompetensi BKD Riau Raih Akreditasi A, Diakui Secara Nasional

26 Januari 2026 - 13:14 WIB

DPRD Riau Dorong Penertiban Tempat Hiburan, Dispar Perkuat Koordinasi Lintas OPD

26 Januari 2026 - 13:07 WIB

Rp2,4 Miliar Disalurkan PTPN IV Regional III, Dorong Ekonomi dan Pendidikan Rokan Hulu

26 Januari 2026 - 13:02 WIB

Debit Air Hulu Menurun, PLTA Koto Panjang Tutup Semua Pintu Air

26 Januari 2026 - 12:54 WIB

Usai Diamankan dalam Kasus Pesta Narkoba Baliview, Selebgram dan Pengusaha Pekanbaru Dibebaskan

26 Januari 2026 - 12:42 WIB

Trending di Berita