Sebelum Membuat Tato, Ketahui Dulu Risikonya

Seni merajah tubuh alias tato dipandang sebagai bentuk pernyataan diri. Namun, sebelum membubuhkan “lukisan” permanen pada kulit Anda, ketahui dulu risikonya.

Aktual Terkini – Seni merajah tubuh alias tattoo kini dipandang sebagai bentuk pernyataan diri. Namun, sebelum Anda membubuhkan “lukisan” permanen pada kulit Anda, ketahui dulu apa saja efek buruknya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) baru memperbarui panduannya mengenai tato dan mempertanyakan keamanannya.

Dalam catatannya, FDA menerima 364 laporan dari efek buruk tattoo pada periode 2004-2016. Popularitas tato memang terus meningkat, namun FDA mengingatkan akan bahayanya.

Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan sebelum membuat tato:

Infeksi
Anda mungkin sudah mengetahui pentingnya membuat tato di tempat yang bersih dan terpercaya, serta wajib menggunakan alat-alat yang steril. Walau begitu, menurut FDA kita juga bisa terkena infeksi dari tinta yang terkontaminasi bakteri atau jamur.

Penggunaan air yang tidak steril untuk mengencerkan pigmen (bahan yang ditambahkan dalam warna) adalah penyebab utama infeksi pada tinta, walau bukan satu-satunya. Sayangnya, tidak ada cara untuk mengetahui apakah tinta yang dipakai bebas kontaminasi atau tidak.

Kandungan dalam tinta
Dalam penelitian di Inggris ditemukan adanya senyawa beracun yang ditemukan dalam banyak tinta tato saat ini akibat masuknya tinta murah dari China, yang tidak diatur standar keamanannya. Bahkan, ada juga studio tato yang menggunakan tinta printer atau cat mobil.

Reaksi alergi
Bila kita terkena infeksi, akan muncul ruam kemerahan di sekitar area tato. Reaksi alergi juga memiliki gejala yang sama, radang dan gatal. Karena tato permanen, maka reaksi alerginya juga.

Jangan lakukan sendiri
FDA memperingatkan agar kita jangan membuat tato sendiri, terutama karena risikonya terkena infeksi dan alergi.

Memang tidak semua orang akan mengalami bahaya tersebut, sebagian orang membuat tato dan tak mengalami reaksi apa pun. Walau begitu, ingatlah bahwa saat kita memasukkan jarum ke dalam kulit, ada risikonya bagi kesehatan.