Lilin untuk Ahok Tanda Protes terhadap Sebuah Penderitaan

Aktual Terkini – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok divonis bersalah atas kasus dugaan penodaan agama. Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu dikenai hukuman penjara dua tahun. Keputusan hakim ini membuat banyak pihak kaget, kecewa, dan sedih.

Para pendukung Ahok berusaha menunjukkan dukungan mereka dengan berbagai cara. Sebelum vonis dijatuhkan, para pendukung ini sudah menunjukkan berbagai bentuk dukungan mereka, mulai dari mengirim balon, membagikan bunga, sampai berkumpul sambil membawa lilin.

Malam sebelum sidang vonis, ratusan pendukung Ahok mendatangi Balai Kota. Mereka memanjatkan doa sambil membawa dan menyalakan lilin. Satu orang membawa satu lilin sambil mengenakan pita berwarna merah putih, warna bendera.

Ketika Ahok akhirnya diputuskan bersalah, ribuan pendukung mantan Bupati Belitung Timur ini lagi-lagi melakukan hal yang sama di depan rutan Cipinang, tempat Ahok ditahan sementara.

Tak hanya di Jakarta. Pendukung yang membawa lilin ini juga ada di Nusa Tenggara Timur. Ratusan warga Kota Kupang melakukan aksi 1.000 lilin dan doa bersama. Aksi dukung Ahok ini mereka lakukan di Jalan El Tari, persis di depan Gedung Pengadilan Tinggi Kupang.

Lilin untuk Ahok Tanda Protes Penderitaan

Namun sebenarnya, apa arti membawa dan menyalakan lilin yang dilakukan oleh para pendukung dan simpatisan Ahok ini?

Aksi membawa lilin ini, disebut candletlight vigil, juga sering dilakukan oleh warga negara lain. Warga Negeri Paman Sam, AS, sempat melakukan aksi yang sama. Begitu juga dengan warga Prancis dan banyak negara lainnya.

Mengutip LovetoKnow, Rabu (10/5/2017), candlelight vigil adalah aksi yang dilakukan warga yang berkumpul di suatu tempat terbuka. Aksi ini biasa dilakukan di malam hari, atau tepatnya setelah matahari terbenam.

Candlelight vigil dilakukan dengan tujuan menunjukkan dukungan untuk permasalahan tertentu. Kegiatan ini dilakukan bisa untuk menunjukkan protes terhadap penderitaan yang dialami oleh anggota suatu kelompok marginal, atau upacara mengenang mereka yang tewas akibat suatu tragedi, misalnya bencana alam, pembantaian, atau wabah penyakit.

“Aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap putusan hakim, tetapi sebagai aksi simpati masyarakat Kota Kupang akan vonis terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ini bentuk kepedulian kami akan matinya keadilan dan demokrasi di Indonesia,” ujar Pendeta Jhoni Kilabong kepada Aktualterkini.com, Selasa (9/5/2017).

Sementara itu, di Jakarta, massa pembawa lilin mengatakan, mereka tidak akan beranjak dari Rutan Cipinang, Jakarta Timur, hingga Ahok dibebaskan.