Ini Alasan Film Logan Dapat Sambutan Hangat dari Kritikus

Aktual Terkini – Logan, film terakhir yang menampilkan Hugh Jackman sebagai Wolverine, baru saja diputar di hadapan para kritikus film di Amerika Serikat. Dari sejumlah review yang telah dipublikasikan, tampaknya film Logan telah memenuhi—bahkan melampaui ekspektasi para kritikus.

Lihat saja skor film Logan di situs agregator Rotten Tomatoes dan Metacritic. Saat berita ini ditulis, Senin (20/2/2017), film Logan mendapat skor tinggi di dua situs tersebut.

Di Rotten Tomatoes, film Logan mendapat skor hampir paripurna, yakni 97 persen. Skor ini berasal dari 59 review masuk, dan 57 di antaranya memberikan penilaian positif terhadap Logan. Otomatis, film ini mendapat cap ‘Certified Fresh’ dari Rotten Tomatoes.

Sementara itu Metacritic memberikan skor 73 untuk film ini. Skor ini bermakna bahwa film Logan secara umum mendapat penilaian bagus dari kritikus.

Sejumlah kritikus memuji kedalaman dimensi dalam film ini. Salah satunya, diungkapkan oleh Julian Roman dari MovieWeb. “Logan adalah film yang kelam dan menegangkan tentang akhir Wolverine. Sutradara James Marigold membawa nuansa realisme dalam genre komik.”

Kritikus lain memuji sinematografi film yang mendapat rating ‘R’ atau Restricted karena banyaknya adegan kekerasan ini. “Kegersangan yang ditampilkan terlihat indah, dan setia pada sumber asal film ini.”

film

Chris Nashawaty dari Entertainment Weekly memuji hal kontras yang berpadu secara apik dalam film ini. “Ini adalah film yang paling brutal sekaligus paling sentimental dalam seri Wolverine. Saat kamu tak bermandi darah, film ini mencoba menumpahkan air matamu.”

Namun tetap ada sejumlah kritikus yang menganggap Logan bukan film yang istmewa, salah satunya Stephanie Zacharek dari Time. “Sisi manusiawi yang kelam melingkupi Logan buatan James Mangold. Tapi bukan berarti ini film yang bagus,” tulisnya.

Ia juga menilai topik soal manusia yang telah kehilangan sisi manusiawi, bukan lagi sesuatu yang baru. Tak hanya itu, ia juga menilai Logan bukan film yang solid. Tampilan kekerasan dalam film ini, juga dipandang berlebihan dan cukup mengganggu.

Film Logan sendiri mengambil latar tahun 2029 di perbatasan Meksiko. Mutan hampir musnah dari muka bumi, dan Logan alias Wolverine mengasingkan diri bersama Profesor X yang kini sakit-sakitan. Logan memilih untuk menenggelamkan rasa kesepiannya dalam alkohol. Keinginan Logan bersembunyi dari dunia akhirnya buyar setelah ia bertemu dengan seorang mutan muda yang membutuhkan bantuannya.

Logan dijadwalkan untuk tayang di bioskop Amerika Serikat pada 3 Maret mendatang. Namun, belum diketahui kapan perilisan film ini di Indonesia.