4 Kerugian Menikah dengan Teman Sekantor Menurut Psikolog

Aktual Terkini – Kini sedang ada kasus di mana delapan karyawan swasta menggugat Pasal 153 Ayat 1 huruf f UU Ketenagakerjaan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pasal itu berbunyi, “Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja/buruh mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahan, atau perjanjian kerja bersama.”

Pasal itu menjadi dasar hukum bagi perusahaan membuat perjanjian kerja yang melarang sesama karyawan menikah. Tidak terima dengan peraturan itu, delapan karyawan swasta menggugatnya ke MK. Terkait peraturan menikah dengan teman sekantor, menurut psikolog ada beberapa kerugian ketika memutuskan menikahi rekan kerja. Apa saja kerugiannya?

1. Masalah rumah tangga bisa pengaruhi suasana kantor
Saat Anda punya masalah dengan pasangan bisa mempengaruhi suasana kantor. Belum lagi jika rekan kerja lain tahu bahwa Anda berdua sedang berantem. Hal ini tentu akan mengganggu profesionalitas dalam bekerja. Maka dari itu, mempunyai hubungan spesial dengan rekan kerja butuh kedewasaan antara Anda dan pasangan.

2. Bahan Gosip
Menikah dan tetap satu kantor bisa menimbulkan gosip, baik negatif maupun positif. Gosip memang tidak bisa dihindari. Terlebih lagi jika ada pihak yang tidak senang dengan hubungan Anda. Bersiap jika akan ada gosip yang tidak enak didengar.

Psikolog Klinis Dewasa, Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi, mengatakan, tidak semua gosip memberikan efek negatif untuk Anda. Namun saat gosip itu mulai mengganggu sebaiknya pikirkan lebih dulu. Intropeksi diri agar bisa lebih baik ke depannya.

“Gosip itu feed back ya, gosip terkadang dilebih-lebihkan tapi sebenarnya itu adalah umpan balik dari apa yang kita lakukan, umpan balik ini bisa negatif atau positif, kita evaluasi lagi,” tutur Wulan saat berbincang dengan Wolipop beberapa waktu lalu di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

3. Salah Satu Bisa Kehilangan Pekerjaannya
Ruginya menikah dengan rekan kerja adalah salah satu pihak bisa kehilangan pekerjaannya karena biar bagaimanapun pimpinan perusahaan lebih punya hak dalam menentukan peraturan di kantornya. Banyak kantor yang tidak mengizinkan pasangan suami-istri berada dalam satu lingkungan kerja. Ini perlu dipikirkan matang-matang, terutama bila sudah cocok dengan profesi saat ini.

“Merugikannya ya kalau salah satu harus ada yang keluar, kan repot,” tutur psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, psikolog klinis saat dihubungi Wolipop beberapa waktu lalu.

4. Jadi tidak profesional
Urusan hati kadang membuat pandangan Anda menjadi lebih subjektif, khususnya yang berhubungan dengan pasangan. Misalnya Anda dan pasangan berada dalam satu tim kerja yang kemudian dia melakukan kesalahan, kemungkinan besar yang terjadi adalah Anda akan selalu mentolelirnya karena merasa dia suami. Jika hal ini terus terjadi, Anda berisiko kehilangan pekerjaan karena tidak profesional.